Sempat Tak Ditemui, Akhirnya PKSB Lakukan Audiensi dengan PT. Sumekar Line

0
65
PT. Sumekar Line
PKSB saat lakukan audiensi dengan direktur operasional PT. Sumekar Line. (Foto: MR/MI)

maduraindepth.com – Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Pemuda Kepulauan Sumenep Bersatu (PKSB) kembali datangi kantor PT. Sumekar Line, Kamis (31/10).

Kedatangan PKSB ke Kantor PT. Sumekar Line yang berada di Jalan Raya Trunojoyo, Kecamatan Kota, ini sudah kali kedua. Sebelumya, beberapa pekan lalu, Rabu (23/10) PKSB telah mengajukan audensi dengan Zainal Arifin selaku Direktur Operasional PT. Sumekar Line, namun gagal. Sebab, mendadak Zainal Arifin menghadiri rapat ke Surabaya.

Kemudian pada audiensi yang kedua ini, PKSB ditemui langsung oleh Zainal Arifin, didampingi Sekretaris dan Kabag Humas PT. Sumekar Line.

Abror Mukhlasin selaku koordinator PKSB mengatakan, tujuan ke PT. Sumekar Line itu sebagai tindak lanjut audensi yang gagal sebelumnya dengan Direktur Operasional PT. Sumekar Line. Pihaknya menyampaikan, beberapa persoalan terkait operasional kapal khususnya kepulauan serta pelayanan yang tidak maksimal.

“Hasil audensi yang dilakukan kali ini dengan PT. Sumekar Line ada 5 poin tuntutan yang disampaikan, dan sudah di sepakati untuk ditindaklanjuti. Langsung ditandatangani oleh Direktur Operasional PT. Sumekar Line,” terangnya pada awak media.

Saat audensi berlangsung, PKSB sempat bersitegang dengan Sekretaris PT. Sumekar Line. Ketegangan terjadi saat peserta audensi meminta Surat Operasional Perusahaan (SOP) PT. Sumekar Line.

Lantaran itu, peserta PKSB sempat menggebrak meja dan menantang pihak PT. Sumekar Line untuk transparan tentang invoice Pembayaran PT. Adiluhung. Dimana diketahui, PT. Adiluhung merupakan pembuat Kapal DBS III.

Pihaknya juga menyampaikan, jika nantinya apa yang menjadi tuntutannya itu tidak diindahkan, maka pihaknya akan terus mendesak PT. Sumekar Line yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Sumenep itu.

“Yang jelas kami akan kawal terus, serta kita akan menekan terus. Termasuk akan melakukan aksi demo,” tegasnya.

Sementara itu, Zainal Arifin selaku Direktur Operasional PT. Sumekar Line mengatakan, apa yang menjadi poin tuntutan, para PKSB sudah ditampung dan akan di upayakan.

“Tuntunan poin-poinnya sudah kita tampung, dan kami akan mengupayakan. Kita bahas langkah-langkahnya seperti apa,” jelasnya.

Untuk diketahui, lima poin yang menjadi tuntutan PKSN meliputi :

1. Menghapus rute Sapeken-Banyuwangi untuk KM Dharma Bahari Sumekar III.
2. KM. Dharma Bahari Sumekar l alih fungsikan menjadi kapal barang (Cargo).
3. Menambah armada kapal sebagai pengganti KM Dharma Bahari Sumekar Sumekar l.
4. Optimalkan keselamatan dan keamanan penumpang.
5. Solusi KM Dharma Bahari Sumekar ll apakah dijual atau diperbaiki.
(MR/AJ)