Sungai Kamoning Meluap, Ketinggian Air Mencapai 60 Sentimeter

Masjid Ponpes Misbahul Ulum Desa Kamoning terendam banjir, Rabu malam (9/12). (Foto: Abd Rouf for MI)

maduraindepth.com – Terus diguyur hujan hingga larut malam, debet air dari wilayah utara Kecamatan Kedungdung kini terus mengalir ke wilayah perkotaan Sampang, Madura, Jawa Timur. Akibatnya, tiga desa dan satu kelurahan di kecamatan kota terendam banjir.

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Misbahul Ulum, Desa Kamoning, Abdur Rouf menyatakan, luapan air sungai mulai memasuki pekarangan hingga masjid ponpes sekitar pukul 18.00 wib. Akan tetapi kondisi ketinggian air hingga pukul 22.15 wib sudah mencapai lutut orang dewasa dan mencapai perut anak-anak.

banner 728x728

“Banjir saat ini sepertinya lebih tinggi sekarang karena sudah meluber ke langgar. Biasanya kalo banjir sebelumnya tidak sampai ke langgar. Kalau kedalaman di halaman masjid sudah setinggi lutut hingga paha orang dewasa. Kalau di rumah sudah masuk,” katanya melalui sambungan seluler, Rabu (9/12) malam.

Abdur Rouf mengaku hingga saat ini belum ada petugas pemerintah yang memasuki ke daerahnya.

“Belum ada bantuan, karena belum ada petugas ke sini,” ungkapnya.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Anang Joenaidi membenarkan jika debet air sungai di daerah Kecamatan Kedungdung sudah mengalir ke daerah Kecamatan kota Sampang. Akibatnya ada tiga desa dan satu kelurahan di Kecamatan Sampang menjadi daerah terdampak di antaranya Desa Banyumas, Pangelen dan Kamoning.

“Di Desa Kamoning memang luapan sungai di sana meninggi karena saat ini air yang dari Kecamatan Robatal, Kedungdung dan Karang Penang menurun serta sudah mengalir menuju ke hilir. Sehingga Desa Pangelen dan Kamoning menjadi tinggi mencapai kurang lebih 50-60 senti meter,” katanya.

Untuk penanganannya, Anang Joenaidi mengaku, selain membantu proses evakuasi warga yang hendak mengungsi ke keluarganya yang aman dari genangan, petugas dari, BPBD, TNI dan Polri juga membantu menyalurkan bantuan sembako.

“Kalau evakuasinya, warga mengungsi ke rumah famili mereka yang tidak terdampak genangan,” tutupnya. (AW)

banner 728x728

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

WhatsApp Kirim Info