banner 728x90

Santri Harus Siap Hadapi Tantangan Global dengan Nilai Keislaman dan Kebangsaan

Buapti Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo pimpin langsung upacara hari santri nasional di halaman kantor Pemkab.Sumenep. (Foto : Ist)

maduraindepth.com – Santri diharapkan mampu mengambil peran strategis dalam percaturan global dengan menjadi bagian dari pembangunan peradaban dunia yang damai, adil, dan berkeadilan sosial.

Hal itu disampaikan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, saat memimpin Apel Hari Santri Nasional 2025 di halaman Kantor Bupati, Rabu (22/10/2025).

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa santri masa kini tidak hanya dituntut menjadi pribadi yang taat beragama, tetapi juga harus tampil sebagai pembawa perubahan di berbagai bidang — mulai pendidikan, ekonomi, teknologi, sosial, hingga politik.

“Santri tidak hanya dituntut untuk menjadi pribadi yang taat beragama, tetapi juga harus berperan dalam mewujudkan perubahan yang membawa nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin ke tengah kehidupan global,” ujarnya.

 

Pesantren, Pilar SDM Berdaya Saing

Bupati Fauzi menyebut, pemerintah daerah terus mendorong penguatan peran santri dan pesantren melalui berbagai program strategis yang berorientasi pada pengembangan pendidikan, ekonomi, dan kemandirian kelembagaan.

“Dunia pesantren merupakan salah satu pilar penting dalam membangun sumber daya manusia yang berakhlak, berilmu, dan berdaya saing,” tegasnya.

Menurutnya, pesantren memiliki peran besar dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga adaptif terhadap perubahan zaman.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemkab Sumenep meluncurkan berbagai program, antara lain bantuan operasional dan pemberdayaan pesantren, beasiswa bagi santri berprestasi, pelatihan kewirausahaan dan digitalisasi pesantren, serta kemitraan antara pesantren dan dunia usaha.

Baca juga:  Pemkab Sumenep Gelar Prosesi Arya Wiraraja, Teguhkan Jati Diri di Hari Jadi ke-756

“Melalui program ini, kami ingin pesantren semakin mandiri dan menjadi pusat pengembangan ekonomi umat. Santri juga perlu dibekali pengalaman dan keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja,” tambahnya.

 

Sinergi Pemerintah dan Pesantren

Bupati menegaskan, pesantren merupakan benteng moral bangsa sekaligus bagian penting dari sejarah dan budaya masyarakat Sumenep. Karena itu, pemerintah berkomitmen untuk terus hadir mendampingi pesantren agar mampu berkembang tanpa kehilangan jati diri keislaman dan kearifan lokal.

“Pemerintah Kabupaten Sumenep bertekad memperkuat sinergi dengan para pengasuh pesantren, agar tetap menjadi benteng moral sekaligus motor penggerak pembangunan daerah berbasis nilai keislaman dan kebangsaan,” pungkasnya. (Rif/Aj)

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *