maduraindepth.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sampang menggelar pelatihan dan uji sertifikasi kompetensi kerja bagi pelaksana lapangan pekerjaan drainase perkotaan jenjang 4, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kerja konstruksi agar memiliki keterampilan dan pengetahuan yang sesuai dengan bidang pekerjaan serta standar yang dipersyaratkan.
Pelatihan dan uji sertifikasi tersebut dilaksanakan di Tempat Uji Kompetensi (TUK) LSP ALIM MIX ASTEKINDO KONSTRUKSI MANDIRI. Kegiatan dihadiri Plt Kepala Dinas PUPR Sampang, Siti Muathifah, S.T., M.T., Kepala Bidang Tata Bangunan dan Jasa Konstruksi, Wahyu Faridi Hidayat, S.T., M.T., serta Ketua Umum DPD ASTEKINDO Jawa Timur sekaligus penanggung jawab kegiatan, H. Abdul Qodir Asid, S.T.
Dalam rangkaian acara, Wahyu Faridi Hidayat menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Siti Muathifah sekaligus pembukaan resmi pelatihan dan uji sertifikasi.
Kegiatan tersebut menghadirkan Nurul Jannah Asid, S.T., M.T., sebagai narasumber yang memberikan materi terkait kompetensi pelaksana lapangan pekerjaan drainase perkotaan.
H. Abdul Qodir Asid berharap pelatihan dan sertifikasi tersebut dapat membantu meningkatkan kualitas tenaga kerja konstruksi, sehingga peserta memiliki kemampuan yang sesuai dengan bidang keahlian dan standar yang dipersyaratkan.
“Pelatihan dan sertifikasi ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kompetensi tenaga kerja konstruksi, sehingga mereka memiliki kemampuan yang sesuai dengan bidang pekerjaan dan standar yang dipersyaratkan,” ujarnya.
Sementara itu, Siti Muathifah menekankan bahwa sertifikasi tidak seharusnya hanya berorientasi pada perolehan dokumen pengakuan kompetensi. Peserta juga diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam pekerjaan nyata.
“Pelatihan dan sertifikasi ini tidak hanya berorientasi pada perolehan sertifikat, tetapi juga harus mendorong peserta menerapkan kompetensi yang dimiliki dalam pelaksanaan pekerjaan, khususnya di bidang drainase perkotaan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, tenaga kerja konstruksi diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme dan menerapkan kompetensi sesuai standar dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan.(Poer/MID)














