Pembentukan POBSI di Sampang Diapresiasi Club Biliar

POBSI Sampang
Pembina POBSI Kabupaten Sampang H. Wasik didampingi bendahara H. Saiful saat saat memantau club biliar Mas Boy di Jalan Manggis, Perum Manggis Square, Sampang. (Foto: RIF/MI)

maduraindepth.com – Dibentuknya Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kabupaten Sampang mendapat apresiasi dari sejumlah club olahraga biliar di Kota Bahari. Diantaranya dari Oye Club Biliar yang berlokasi di Jalan Pajudan.

Hoye mengatakan, sebenarnya pembetukan POBSI di Sampang diharapkan sejak duku. Sebab di kota Bahari ini menurutnya tidak sedikit para pecinta olahraga biliar.


Namun, tidak punya wadah yang bisa menaungi club-club biliar. Sehingga banyak club di Sampang yang membubarkan diri.

Dia melanjutkan, legalitas olahraga biliar tersebut sangat dibutuhkan. Sehingga asumsi masyarakat tentang judi biliar bisa dihapus karena bisa dilakukan pembinaan dan pemantauan.

“Jadi bukan abu-abu lagi, dari asumsi yang selama ini hitam terhadap olahraga biliar bisa menjadi putih dengan adanya atlet biliar yang bisa membawa nama baik Sampang di setiap kejuaraan, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar pemilik Oye Club Biliar tersebut, Senin (6/7).

Pria yang juga bertugas di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sampang itu menceritakan, pada 2015 lalu pihaknya sempat memiliki 10 meja biliar. Namun pada akhirnya dijual lantaran tidak memiliki wadah yang bisa menaungi. Apalagi asumsi masyarakat yang menyebut biliar merupakan sarang judi.

“Sepuluh meja saya jual dan sempat vakum. Saat ini kami hanya memiliki tiga meja untuk kembali melakukan pembinaan untuk mencari bibit baru atlet biliar,” ujar dia.

Baca juga:  Bangkalan Naikkan Status Covid-19 Menjadi Tanggap Darurat Corona

Hal senada juga diungkapkan pemilik club biliar Mas Boy, Aminullah. Menurut dia dengan dibentuknya POBSI pihaknya bisa lebih bersemangat mencari bibit baru menjadikan atlet biliar di Kota Bahari.

Dia menyebut, olahraga biliar ini banyak diminati oleh banyak kalangan. Dari kalangan pelajar .ulai dari tingkat SD, SMP sampai SMA juga tak sedikit yang menyukai biliar.

“Jadi tidak hanya kalangan remaja dan dewasa, saat ini kami sudah memiliki beberapa calon atlet dari tingkat SD tiga orang, SMP satu orang dan SMA dua orang,” ujar Aminullah.

Dia mengklaim, untuk kalangan pelajar pihaknya sudah mendapat persetujuan orang tua. Dia juga tambah yakin, olahraga biliar di Sampang akan lebih berkembang lagi jika dimasukkan dalam ekstrakurikuler sekolah.

“Apalagi kedepan olahraga biliar akan dimasukkan dalam pelajaran ekstrakurikuler,” pungkas dia. (RIF/MH)