maduraindepth.com — Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sampang, KH Syamsudin Hasan Basri, meninggal dunia pada Rabu (7/10/2026). Almarhum wafat sekitar pukul 10.45 WIB setelah sempat menjalani perawatan akibat kondisi kesehatannya yang memburuk.
Kepergian KH Syamsudin tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga. Sosok yang juga dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Desa Jeruk Porot, Kecamatan Torjun, itu selama ini aktif dalam kegiatan keumatan dan organisasi Nahdlatul Ulama (NU).
Sebelum meninggal, KH Syamsudin sempat mendapat perawatan intensif di RSUD dr Mohammad Zyn. Karena kondisi kesehatannya terus menurun, almarhum kemudian dibawa ke salah satu rumah sakit di Surabaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Sekretaris Umum MUI Sampang, KH Mukhlas Fadlil, membenarkan kabar wafatnya KH Syamsudin. Ia menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya salah satu pengurus MUI Sampang tersebut.
“Innalillahi wainnailaihi roji’un. Atas nama Dewan Pimpinan MUI Kabupaten menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya,” ujar KH Mukhlas.
Ia mengenang almarhum sebagai pribadi yang istiqamah dalam ilmu, tenang dalam bersikap, serta memiliki kasih sayang yang luas. Semangat pengabdian KH Syamsudin di lingkungan NU juga disebut tetap terjaga hingga akhir hayat.
Selain menduduki posisi di MUI Sampang, almarhum tercatat sebagai Wakil Ketua PCNU Sampang.
Jenazah KH Syamsudin direncanakan disemayamkan pada Rabu malam sekitar pukul 20.30 WIB di makbaroh keluarga.
MUI Sampang mendoakan agar Allah SWT mengampuni segala kekhilafan almarhum, menerima amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, dan menempatkannya di tempat terbaik. Keluarga yang ditinggalkan juga diharapkan diberi ketabahan serta kekuatan.(Poer/MID)














