Ini Nama-nama Korban Kapal Nelayan Lobuk Sumenep yang Tenggelam

Kapal Nelayan Tenggelam
Petugas bersama warga terus melakukan pencarian korban kapal tenggelam di perairan Pulau Gili Genting, Sumenep, Senin (15/2).

maduraindepth.com – Sebanyak 14 penumpang kapal motor (KM) Brazil 2 yang tenggelam di perairan Pulau Gili Genting ditemukan selamat, Senin (15/2). Kapal milik H. Syaiful Hidayat asal Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Sumenep itu diduga mengalami kecelakaan laut (Laka Laut) akibat cuaca buruk, Minggu (14/2) malam.

Kasubaghumas Polres Sumenep AKP Widiarti menjelaskan, total penumpang KM Brazil sebanyak 17 orang. Kapal tersebut berlayar dari Pelabuhan Lobuk Kecamatan Bluto untuk mencari ikan ke perairan Timur Laut Pulau Gilingan, Kecamatan Gili Genting.


Kemudian sekitar pukul 21.00, tiba-tiba terjadi hujan lebat disertai angin kencang. Kondisi cuaca itu memicu terjadinya ombak dengan ketinggian sekitar 3 meter dan menghantam KM Brazil 2. Akibatnya, kapal yang dinahkodai H. Hesam itu menerjang masuk ke dalam ombak susulan.

“Para awak kapal jatuh ke laut. Tempat kejadian di koordinat -7.298978,113.732095,” terang mantan Kapolsek Kota Sumenep itu.

Untuk korban selamat, lanjut dia, sementara 14 orang. Belasan korban dievakuasi menggunakan KM Pendowo Limo menuju Pelabuhan Rakyat Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Sumenep. Hingga Senin (15/2) pukul 14.15, pencarian masih terus dilakukan.

Dua Kapal Polisi X-1034 dan X-1037 dikerahkan untuk melakukan penyisiran. Termasuk melibatkan sejumlah kapal nelayan untuk ikut membantu mencari tiga korban lain yang belum ditemukan. Widiarti menyebut, titik pencarian difokuskan di area Pulau Gili genting dan perairan Pulau Gili Raja.

Baca juga:  Legislator DPRD Bangkalan Ini Berharap PT GSM Perbaiki Jalan Rusak
Adapun identitas awak kapal KM Brazil 2 yang berhasil diselamatkan yakni:
  1. H. Hesam (Kapten), asal Pulau Mandangin Sampang
  2. Kurdi (ABK), asal Sumenep
  3. Toagi (ABK), asal Desa Cangkreng, Lenteng, Sumenep
  4. Arfan (ABK ), asal Desa Lobuk, Bluto, Sumenep
  5. Anwar (ABK), asal Desa Cangkreng, Lenteng, Sumenep
  6. Manhur Efendi (ABK), asal Desa Cangkreng, Lenteng, Sumenep
  7. Mariyanto (ABK), asal Desa Lobuk, Bluto, Sumenep
  8. Mulyadi (ABK), asal Desa Karduluk, Pragaan, Sumenep
  9. Samsuri (ABK), asal Desa Prenduan, Pragaan, Sumenep
  10. Misnatun (ABK), asal Panarukan, Situbondo
  11. Aziz (ABK), asal Desa/Kecamatan Kadur, Pamekasan
  12. Ahmad (ABK), asal Desa Palongan, Bluto, Sumenep
  13. P. Satu (ABK), asal Desa Lobuk, Bluto, Sumenep
  14. Suhawi (ABK), asal Desa Bungbungan, Bluto, Sumenep

Sedangkan awak kapal yang masih belum ditemukan antara lain:

  1. Endin (ABK), asal Desa Kapedi, Bluto, Sumenep
  2. Harun (ABK), asal Desa Lobuk, Bluto, Sumenep
  3. Juma’awam (ABK), asal Desa Lobuk, Bluto, Sumenep

“Petugas dibantu nelayan setempat masih terus melakukan pencarian,” tutup Widiarti. (BAD)