maduraindepth.com – Dari keluarga sederhana, lahir talenta muda sepak bola yang mulai mencuri perhatian. Aditya Firmanzah, pemain asal Desa Longkek, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, sukses menjadi top skor sekaligus mengantarkan Bangkalan Soccer Academy (BSA) meraih juara pertama Piala Suratin U-13.
Di balik prestasinya, Aditya merupakan cucu H. Abdul Aziz, mantan sopir angkutan kota yang pernah melayani penumpang pada jalur Len M Joyoboyo–Undaan–Jembatan Merah (JMP). Perjalanan hidup sang kakek menjadi bagian dari kisah perjuangan keluarga yang kini turut mengiringi langkah Aditya mengejar prestasi di lapangan hijau.
Pemain kelahiran Bangkalan, 21 Januari 2013, itu saat ini menempuh pendidikan di SMP Negeri 1 Galis, Bangkalan. Meski masih berusia muda, Aditya menunjukkan ketajaman di depan gawang dan tampil sebagai salah satu pemain andalan BSA.
Turnamen yang berlangsung sejak 26 Juli 2026 tersebut diikuti delapan tim, yakni BSA, Persetan FC, Gasak FC, Putra Belya FC, Mitra Bangkalan, DEKATE Bangkalan, RAKA FC Kwanyar, dan Perkasa.
Persaingan berlangsung ketat. Namun, BSA mampu menjaga konsistensi permainan hingga keluar sebagai juara pertama. Gol-gol yang dicetak Aditya turut memberi kontribusi penting dalam perjalanan tim menuju podium tertinggi.
Aditya merupakan putra pasangan Hamid dan Luluk. Dukungan keluarga menjadi salah satu kekuatan yang mendorongnya terus berlatih dan mengembangkan kemampuan.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarga besar H. Abdul Aziz. Dari jejak sang kakek yang dahulu mengemudikan angkot untuk mencari nafkah, kini sang cucu mulai menorehkan prestasi melalui sepak bola.
Dengan usia yang masih muda, perjalanan Aditya masih panjang. Pembinaan berkelanjutan diharapkan dapat mengantarkannya menjadi salah satu talenta sepak bola masa depan Bangkalan.(Poer/MID)








