Arangkak Lolelo dan Tera’ Atenah Bersama Madura Idea Foundation Bantu Korban Kebakaran

Arangkak Lolelo Madura Idea Foundation
Arangkak Lolelo dan Tera' Atenah saat foto bersama dengan Madura Idea Foundation. (FOTO: Dok. MI)

maduraindepth.com – Arangkak Lolelo dan Tera’ Atenah menyambangi Madura Idea Foundation yang berkantor pusat di Jl. Jokotole, Pamekasan. Pertemuan yang digelar pada Ahad (29/11) lalu guna mendiskusikan banyak hal, termasuk menyamakan visi dan misi merangkul dan membantu masyarakat di lapisan paling bawah.

Arangkak Lolelo dan Tera’ Atenah yang merupakan dua komunitas sosial anyar, perlu banyak relasi dan referensi agar semakin solid dan totalitas dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat yang membutuhkan. “Kita merupakan gerakan sosial baru, yang butuh banyak ide dan gagasan.” Ujar Abdulloh Faqih, Pencetus gerakan Sosial Arangkak Lolelo.


Senada dengan itu, Rosidi Bahrul yang merupakan pencetus gerakan sosial Tera’ Atenah, juga menyampaikan ungkapan terima kasih karena bisa diajak berdiskusi bersama dan bisa silaturrahmi dengan Madura Idea Foundation. “Ini pengalaman baru sekaligus ilmu baru bagi kami, khususnya Tera’ Atenah yang merupakan gerakan sosial baru”, ungkapnya.

Usai berdiskusi, kemudian pencetus gerakan sosial Arangkak Lolelo, yang didampingi oleh pencetus Tera’ Atenah, dan dibantu oleh perwakilan Karang Taruna Bundah Maju, menyerahkan bingkisan berisi pakaian bekas layak pakai kepada direktur Madura Idea Foundation. Bingkisan untuk disalurkan kepada korban kebakaran dan anak yatim yang membutuhkan di kota Gerbang Salam tersrbut.

Lalu, rombongan diajak turun bersama oleh direktur Madura Idea Foundation agar dapat mendistribusikan bantuannya secara langsung kepada korban.

Baca juga:  Soal Penertiban Rumdin, Paguyuban Perumahan Guru Audensi ke DPRD Sampang

Direktur Madura Idea Foundation, Moh. Fudholi, mengapresiasi tumbuhnya gerakan-gerakan sosial baru. Dia menyarankan agar gerakan seperti ini dapat menjangkau pada lapisan masyarakat di daerah-daerah terpencil.

“Kita harus turun langsung kepada masyarakat, agar kita banyak tahu apa yg sebenarnya mereka butuhkan, tahu langsung kondisinya seperti apa, dan jangan undang mereka, karena terkadang mereka malu untuk bercerita,” sarannya. (*/MH)