Proyek Rp209 Juta di RSUD Sampang Disorot, Material Atap Jatuh Nyaris Timpa Pengunjung

Neon box ATM Bank Jatim di RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang rusak dihantam material atap proyek Rp209 juta yang jatuh, Senin (2/11/2026). Material semen nyaris timpa pengunjung yang sedang antre. Terlihat scaffolding tanpa safety net.(Foto: Poer/MID)

maduraindepth.com – Keselamatan pengunjung RSUD dr. Mohammad Zyn Kabupaten Sampang menjadi sorotan setelah material penutup atap berbahan semen terjatuh dari ketinggian dan menghantam neon box ATM Bank Jatim, Senin (2/11/2026). Material tersebut nyaris mengenai kepala pengunjung yang sedang mengantre untuk melakukan transaksi.

Peristiwa bermula ketika pengunjung yang berada di area ATM tiba-tiba mendengar suara keras benda jatuh. Setelah diperiksa, ternyata material atap bangunan terlepas dan menghantam neon box di sekitar lokasi antrean.

Pengunjung yang nyaris menjadi korban, berinisial P, mengaku beruntung karena saat kejadian dirinya berdiri di bawah atap ATM.

“Untung saya berdiri di bawah atap ATM. Seandainya mundur setengah meter saja, bisa pecah kepala saya, Mas,” ungkap P.

Insiden tersebut memunculkan pertanyaan serius mengenai penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), terutama karena pekerjaan berlangsung di ketinggian dan berdekatan dengan fasilitas yang digunakan masyarakat.

Berdasarkan pengamatan di lokasi, sejumlah pekerja yang sedang melakukan pekerjaan di ketinggian hanya terlihat mengenakan rompi keselamatan. Mereka tidak terlihat menggunakan helm pelindung maupun sepatu keselamatan.

Selain itu, tidak terlihat adanya jaring pengaman (safety net) ataupun perlindungan sejenis untuk mengantisipasi jatuhnya material bangunan ke area publik. Padahal, material penutup atap berbahan semen tersebut memiliki bobot relatif lebih berat dibandingkan genteng biasa sehingga berpotensi menimbulkan bahaya serius apabila jatuh dan mengenai seseorang.

Baca juga:  Pasien Covid-19 Asal Bangkalan Meninggal Dunia di RSUD Mohammad Zyn Sampang

Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan tersebut merupakan pemeliharaan atau rehabilitasi gedung kantor dan bangunan lainnya dengan nilai kontrak Rp209.227.905, bersumber dari dana BLUD tahun anggaran 2026.

Proyek bernomor kontrak 02/SPK/434.203.100.01/2026 itu dikerjakan CV Sinergi Mitra Andalan, dengan masa pelaksanaan 12 Oktober hingga 10 November 2026.

Saat dikonfirmasi mengenai insiden tersebut, Humas RSUD dr. Mohammad Zyn, Amin Jakfar, mengarahkan agar persoalan itu disampaikan langsung kepada pengawas proyek. Ia menyebut pekerjaan tersebut merupakan proyek yang sedang berlangsung.

Upaya menemui pengawas proyek kemudian dilakukan di lokasi pekerjaan. Namun, sejumlah pekerja yang ditemui tidak memberikan nama maupun nomor kontak pengawas. Mereka hanya menyampaikan bahwa pengawas sebelumnya berada di lokasi, tetapi tidak diketahui keberadaannya saat itu.

Kejadian ini menyisakan pertanyaan mengenai penerapan K3 dalam proyek tersebut, mulai dari penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi pekerja, pemasangan jaring pengaman, hingga langkah pengendalian risiko jatuhnya material di area yang dilalui masyarakat.

Redaksi tetap membuka ruang bagi pihak RSUD dr. Mohammad Zyn maupun CV Sinergi Mitra Andalan untuk menyampaikan klarifikasi dan penjelasan terkait insiden tersebut, termasuk penerapan standar K3 serta langkah pengamanan selama pekerjaan berlangsung.(Poer/MID)

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *