maduraindepth.com – Memperingati Hari Santri 2026, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumenep resmi membuka gelaran Bazar dan Pameran Ekspo UMKM NU,Pesantren di kawasan bersejarah Labang Mesem, Kamis (22/10/2026). Perhelatan ini menjadi ajang unjuk gigi bagi ratusan pelaku usaha mikro, warga Nahdliyin, hingga kalangan pesantren setempat.
Dalam sambutannya, Ketua PCNU Sumenep, KH Md Widadi Rahim menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada seluruh jajaran stakeholder, pemerintah daerah, akademisi, pimpinan pesantren, badan otonom (Banom), hingga panitia yang bekerja keras mengawal maraton kegiatan Hari Santri sejak 1 Oktober 2026 hingga 24 Oktober 2026.
“Meskipun Resolusi Jihad dicetuskan oleh ulama besar Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, perlu diingat bahwa setiap kiai pada hakikatnya berproses dari seorang santri. Karena itu, hari besar ini didedikasikan bagi seluruh santri yang memegang dua kriteria utama: mutadayyin (religius dan menjunjung nilai keagamaan) serta mutataghayyir atau mutakayyif (adaptif menghadapi tantangan zaman),” papar Kiai Widadi.
Ia juga mengajak masyarakat menengok kembali sejarah perjuangan bangsa. Menurutnya, Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 merupakan benteng vital penopang Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 dari ancaman agresi sekutu.
Tak hanya mengulas aspek historis dan kebangsaan, Kiai Widadi menyebut ekshibisi ekonomi malam itu sebagai momentum menghidupkan kembali pilar penting sejarah NU, yaitu Nahdlatut Tujjar (Kebangkitan Para Pedagang).
“Satu di antara embrio penting kelahiran NU adalah Nahdlatut Tujjar. Maka, gerakan penguatan ekonomi kerakyatan seperti pameran ekspo malam ini sangat krusial untuk terus digerakkan,” tegasnya.
Mengutip pesan monumental Mbah Hasyim, Kiai Widadi mengingatkan bahwa siapa pun yang mendedikasikan diri mengurus NU akan diakui sebagai santrinya dan didoakan husnul khatimah.
Melalui momentum ini, PCNU Sumenep mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mempererat persatuan, memperkuat kemandirian ekonomi pesantren, serta merapalkan doa bagi para pahlawan bangsa.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Hari Santri 2026 PCNU Sumenep, Abdul Hadi menambahkan bahwa gelaran expo ini menjadi bukti bahwa dakwah NU sangat fleksibel dan relevan dengan zaman.
“Kami ingin menunjukkan bahwa dakwah NU tidak terbatas pada mimbar pengajian saja, melainkan juga merambah ranah ekonomi modern. Ini bukti akulturasi dan komitmen kami dalam memberdayakan ekonomi warga Nahdliyin serta masyarakat Sumenep secara umum,” jelas Hadi.
Hadi merinci, semarak Hari Santri tahun ini diwarnai beragam agenda produktif, mulai dari Santri Bersholawat, musabaqah keagamaan (MTQ dan MHQ), hingga ajang kreasi anak muda seperti paduan suara, stand up comedy, dan lomba penulisan cerpen yang karyanya bakal dibukukan oleh LTTNU Sumenep.
“Rangkaian acara ini nantinya akan ditutup dengan resepsi puncak yang dijadwalkan menghadirkan Ning Inayah Wahid,” tambah Hadi.
Senada dengan hal tersebut, Penanggung jawab kegiatan Pameran Ekspo dan Bazar UMKM NU,Pesantren ,Khodaifah, menyampaikan rasa terima kasihnya atas antusiasme luar biasa dari para peserta exhibition. Menurutnya, partisipasi aktif dari para pelaku usaha daerah menjadi kunci sukses kemeriahan bazar tahun ini.
“Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada seluruh pelaku UMKM dan unit usaha pesantren se-Kabupaten Sumenep yang telah meramaikan dan menyukseskan acara ini,” pungkas Khodaifah.(Arif Coolbreak/MID)












