maduraindepth.com – Arus digitalisasi dan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini mulai dimanfaatkan secara masif dalam dunia pendidikan. Merespons tantangan tersebut, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, menggelar workshop bertajuk “PGRI Power: Mencetak Guru Mahir Coding dan Artificial Intelligence”, Rabu (16/9/2026)
Bertempat di SDN Talango II, agenda yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari (16-17 September 2026), ini melibatkan 75 tenaga pendidik. Para peserta merupakan delegasi yang terdiri dari kepala sekolah beserta dua orang perwakilan guru dari masing-masing lembaga pendidikan di wilayah kecamatan setempat.
Ketua PGRI Kecamatan Talango, Tohir, S.Pd., menegaskan bahwa pesatnya kemajuan teknologi harus dihadapi dengan peningkatan kompetensi, bukan kekhawatiran. Menurutnya, secanggih apa pun sebuah teknologi, peran fundamental dan sentuhan emosional seorang guru tidak akan pernah bisa digantikan oleh mesin.
“AI tidak diciptakan untuk menggeser posisi pendidik. Sebaliknya, guru yang terus mengasah kompetensinya justru mampu mengendalikan dan memanfaatkan AI. Hal ini akan sangat membantu meringankan tugas keseharian sekaligus menciptakan inovasi pembelajaran di kelas,” ujar Tohir dalam sambutannya.
Lebih jauh, ia memproyeksikan wadah PGRI tak sekadar menjadi pelengkap administrasi semata. Organisasi ini diharapkan menjelma menjadi ‘rumah besar’ yang nyaman bagi para pahlawan tanpa tanda jasa untuk saling berkolaborasi, bertukar ide, serta merumuskan terobosan baru demi kemajuan pendidikan, khususnya di Kecamatan Talango.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Pengawas Pendidikan Kecamatan Talango,H. Subagyo, M.Pd, yang turut membuka acara secara resmi, menekankan pentingnya asas keberlanjutan. Pihaknya mewanti-wanti agar lokakarya ini tidak sekadar menjadi ajang kumpul-kumpul tanpa output yang jelas.
Ia meminta para peserta agar ilmu yang didapat dari pelatihan bisa diwujudkan dalam bentuk produk nyata. Pengetahuan tentang coding dan AI harus mampu diaplikasikan langsung untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah masing-masing.
Untuk menjamin kualitas materi, panitia mendatangkan langsung sejumlah instruktur nasional serta praktisi guru yang telah ahli di bidang teknologi informasi. Kehadiran narasumber berkompeten ini sukses memantik antusiasme puluhan peserta.
Materi yang disajikan dinilai sangat taktis dan relevan dengan realitas pendidikan masa kini. Melalui inisiatif ini, PGRI Kecamatan Talango optimistis kelak akan lahir sosok-sosok pendidik yang tidak hanya tangguh dan adaptif, tetapi juga mampu menjadi pionir pendidikan berbasis teknologi tepat guna di Madura.(Arif Coolbreak/MID)









