banner 728x90

Sumenep Bicara Kebangsaan, Said Abdullah Dorong Literasi Empat Pilar di Tengah Badai Hoaks

Ratusan warga Sumenep mengikuti Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama MH. Said Abdullah di Ballroom Hotel De Baghraf, Rabu (11/2/2026). (Foto:Poer/MID)

maduraindepth.com – Ratusan warga Sumenep memadati Ballroom Hotel De Baghraf, Rabu (11/2/2026), dalam Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang diinisiasi Anggota DPR RI Dapil Madura, MH. Said Abdullah. Di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap memicu polarisasi, forum ini menjadi ruang refleksi sekaligus dialog terbuka tentang arah kebangsaan.

Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa, ibu rumah tangga, tokoh masyarakat hingga aktivis pemuda. Diskusi berlangsung dinamis, tidak sekadar penyampaian materi satu arah, tetapi diwarnai tanya jawab dan pandangan kritis dari peserta.

Narasumber M. Ridho Ilahi Robi mengangkat Sumenep sebagai miniatur Indonesia. Dengan ratusan pulau dan latar belakang sosial yang beragam, Sumenep disebutnya sebagai laboratorium kebinekaan. Ia menegaskan, perbedaan bukan ancaman, melainkan kekuatan jika dikelola dengan visi kebangsaan yang jelas.

“Perbedaan di Sumenep, dari daratan hingga kepulauan, bukan sumber perpecahan. Ini adalah potensi jika kita punya arah yang jelas,” ujar Ridho.

Sementara itu, Affandi Ubala menyoroti tantangan era digital. Menurutnya, kemudahan akses informasi tanpa literasi yang memadai justru memperbesar risiko penyebaran hoaks dan provokasi. Ia menegaskan pentingnya Empat Pilar—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—sebagai fondasi berpikir kritis di ruang digital.

“Empat pilar bukan sekadar hafalan di buku teks, tapi alat saring di era digital. Tanpa itu, kita mudah diadu domba oleh informasi yang tidak jelas sanadnya,” tegasnya.

Baca juga:  Rokat Desa, Cara Warga Parsanga Doa Bersama Demi Kemakmuran

Dua tenaga ahli MH. Said Abdullah, Moh. Fauzi dan Slamet Hidayat, turut mengawal jalannya forum dan memastikan aspirasi peserta terdokumentasi.

Kegiatan ini menegaskan pentingnya penguatan literasi kebangsaan dari daerah, sebagai langkah konkret menjaga persatuan di tengah tantangan global dan lokal yang terus berkembang.(Arif Coolbreak/MID)

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *