banner 728x90

Kacabdin Jatim Wilayah Sumenep Dorong Lulusan SMKN 1 Sumenep Siap Kerja dan Melek Digital

maduraindepth.com – Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Sumenep, Rusliy, mengapresiasi gelaran Job and Edu Fair yang diselenggarakan SMKN 1 Sumenep. Langkah ini dinilai strategis dalam membangun jejaring antara siswa dengan dunia usaha dan industri (DUDI).

Rusliy menyampaikan, kegiatan ini merupakan jembatan bagi para pelajar untuk menentukan arah karier sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Ia memberikan penghormatan tinggi kepada pihak sekolah dan Musyawarah Kerja Guru BK (MGBK) yang telah menginisiasi acara tersebut.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada kepala sekolah dan MGBK. Kegiatan ini sangat penting untuk membantu siswa menata masa depan mereka,” ujar Rusliy saat menghadiri pembukaan acara, Rabu (14/1/2026).

Menurut Rusliy, lulusan SMK sejatinya memiliki dua jalur utama, yakni langsung terjun ke dunia industri atau melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Namun, di era transformasi digital saat ini, ia mengingatkan bahwa definisi lapangan kerja telah meluas.

Ia menyoroti potensi besar di sektor digital yang seringkali belum dianggap sebagai profesi formal oleh masyarakat umum, padahal memiliki prospek penghasilan yang menjanjikan.

“Mari kita kaji kembali makna pekerjaan. Saat ini banyak pekerja di sektor digital, namun sayangnya belum sepenuhnya diakui sebagai profesi oleh masyarakat luas. Padahal, akses ekonomi di sana sangat terbuka,” ujarnya.

Baca juga:  Bedah Buku Demi Kaum Muda, Cak Fauzi Ajak Pemuda Majukan Kota Keris

Lebih lanjut, Rusliy mendorong SMKN 1 Sumenep untuk terus memacu kompetensi siswa agar angka keterserapan di dunia kerja terus meningkat. Ia menegaskan bahwa Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur terus melakukan evaluasi berkala untuk memastikan tidak ada lulusan SMK yang menganggur.

“Harapan kami, semua lulusan SMK harus produktif dan bekerja. Tidak boleh ada yang menganggur,” tegasnya.
Menanggapi hal itu, Kepala SMKN 1 Sumenep, Sucipto, menyatakan kesiapannya untuk melahirkan inovasi-inovasi baru. Baginya, keterserapan lulusan merupakan isu strategis yang menjadi tantangan utama sekolah kejuruan.

“Tantangan kami memang pada keterserapan lulusan. Hal ini menjadi motivasi kami untuk terus berinovasi dan menghadirkan pilihan terbaik bagi siswa, baik melalui jalur industri maupun perguruan tinggi,” pungkas Sucipto.

Sebagai informasi, dalam agenda tersebut, SMKN 1 Sumenep menghadirkan berbagai perwakilan perguruan tinggi dan perusahaan mitra sebagai referensi langsung bagi para siswa. (*/MH)

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *