12 Kecamatan di Sampang Masuk Kekeringan Kritis, Dropping Air Segera Dilakukan

Kantor BPBD Kabupaten Sampang. BPBD mencatat 12 kecamatan dengan 78 desa masuk kategori kekeringan kritis pada 2026. (Foto: Poer/MID)

maduraindepth.com – Kekeringan mulai berdampak di sejumlah wilayah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, pada 2026. Berdasarkan pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, sebanyak 12 kecamatan dengan 78 desa masuk kategori kekeringan kritis.

BPBD Kabupaten Sampang melalui Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan dan Logistik, Mohammad Hozin, menyebutkan 12 kecamatan tersebut menjadi wilayah prioritas dalam penanganan kekeringan, terutama untuk pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.

“Yang kritis ada 12 kecamatan,” kata Mohammad Hozin, Rabu (12/8/2026).

Untuk mendukung penanganan kekeringan, BPBD Sampang menyiapkan anggaran sekitar Rp75 juta yang bersumber dari APBD Kabupaten Sampang.

“APBD,” ujarnya saat dikonfirmasi mengenai sumber anggaran tersebut.

Hozin menyampaikan, pendistribusian atau dropping air bersih kepada masyarakat terdampak akan segera dilaksanakan. Namun, pelaksanaannya diperkirakan dilakukan setelah 17 Agustus 2026.

“Insyaallah akan segera dilaksanakan,” jelasnya.

Dengan 78 desa yang masuk kategori kekeringan kritis, BPBD akan memprioritaskan distribusi air bersih ke wilayah yang membutuhkan. Penyaluran nantinya disesuaikan dengan kondisi dan tingkat kebutuhan masing-masing wilayah.

Berdasarkan pemetaan BPBD, masih terdapat wilayah yang belum masuk kategori kekeringan kritis. Namun, pemantauan terhadap kondisi di lapangan tetap dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan dampak musim kemarau.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses air bersih, tetap terpenuhi selama musim kemarau.(Poer/MID)

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *