Reuni Musisi se-Madura di Sampang Obati Kerinduan Ekosistem Musik Lokal

Reuni Musisi Lintas Generasi se-Madura sukses mengguncang Taman Wijaya Kusuma Sampang. Ajang silaturahmi sekaligus kebangkitan ekosistem musik lokal lintas generasi.(Foto:Poer/MH)

maduraindepth.com – Suasana Taman Wijaya Kusuma/Tribun GOR Sampang, Sabtu malam (16/5/2026), berubah meriah saat 15 band legend se-Madura tampil dalam acara “Reuni Musisi Lintas Generasi se-Madura – Parade Band Legend Madura”.

Band-band lintas generasi dari Bangkalan, Sampang, Pamekasan hingga Sumenep tampil bergantian dengan performa enerjik dan penuh nostalgia. Penampilan para musisi lawas itu sukses menghidupkan atmosfer kebersamaan dan menjadi hiburan bagi ratusan penonton yang hadir.

Acara yang digagas Komunitas Band Sampang (KBS) tersebut dinilai berhasil membangkitkan kembali semangat ekosistem musik lokal yang selama ini mulai redup.

Pembina KBS, Rudi Setiadi, mengapresiasi kerja panitia yang mampu mengorganisasi kegiatan besar lintas kabupaten di Madura.

“Saya sangat mengapresiasi kerja panitia yang mampu mengorganisasi kegiatan besar seperti tadi malam,” ujarnya, Minggu (17/5/2026).

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga wadah peningkatan bakat, kreativitas, dan penyaluran aspirasi seni bagi generasi muda.

“Wadah ini multifungsi. Bisa menjadi tempat peningkatan kemampuan sekaligus ruang positif bagi anak-anak muda,” katanya.

Seniman Sampang, Iqbal Fathoni atau Bung Fafan, menilai acara tersebut menjadi obat kerinduan bagi para pecinta musik di Sampang.

“Ada kerinduan terhadap ekosistem musik di Sampang yang sudah lama hilang. Acara kemarin menjadi obat rindu bagi teman-teman musisi,” tuturnya.

Baca juga:  Wijaya Kusuma Dibangun Taman, Persesa Terpaksa Pinjam Lahan PT Garam untuk Seleksi Pemain Liga Tiga

Ia berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat kembali menghadirkan ruang kreatif dan kegiatan seni bagi generasi muda.

Sementara itu, Muhammad Ilyas, Manajer KOPI The Legend asal Sumenep, menilai kegiatan lintas generasi tersebut penting untuk mempertemukan musisi senior dengan generasi muda di era digital.

“Generasi senior kuat di idealisme dan genre musiknya, sementara generasi muda kuat di inovasi dan digitalisasi. Keduanya perlu dipertemukan,” ujarnya.

Acara ditutup dengan penampilan kolaborasi seluruh musisi membawakan lagu “Rumah Kita” milik God Bless yang disambut meriah penonton.(Poer/MH)

 

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *