Irham Maulana, Pengidap Kanker di Pamekasan Butuh Bantuan Biaya

Irham Maulana Pengidap Kanker
Kondisi tangan Irham Maulana kian hari semakin membengkak akibat leukemia. (FOTO: Umarul Faruk/MI)

maduraindepth.com- Nasib malang dialami oleh Irham Maulana, pemuda 18 tahun asal Durbukan, Bulangan Haji, Ketenan Pamekasan. Dia harus menjalani perawatan lantaran divonis menderita kanker darah atau leukemia, Jumat (12/2).

Derita sakit leukemia itu membuat anak ketiga dari empat sudara pasangan Abdus Salam dan Hasidah terlihat harus menahan sakit. Apalagi selama ini, dirinya hanya meminum obat penahan sakit.


“Berbagai cara telah dilakukan untuk mengobati penyakit yang diderita saudara saya (Irham Maulana) baik melalui terapi bahkan medis,” kata Imron Sayyadi kakak kandung dari Irham Maulana.

Namun upaya keluarga, lanjut Imron, tidak membuahkan hasil manis. Penyakit membuat lengan kanan adiknya itu semakin membengkak.

Untuk mengobati penyakit itu, Irham harus menjalin kemoterapi. Namun belum bisa dilakukan keluarga karena terkendala biaya.

“Kemarin sempat dibawa ke rumah sakit RSUD dr Soetomo Surabaya. Dokter memvonis adik saya menderita kanker pembuluh darah. Untuk pengobatan harus menyediakan dana Rp 150 juta lebih,” cerita pemilik nama panggilan Mbon itu.

Nasib malang yang dialami Irham Maulana itu mendapat simpati dari berbagai kalangan. Diantaranya oleh aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Santri Banyuanyar (FKMSB).

FKMSB wilayah Pamekasan menggelar aksi galang dana untuk bantu pengobatan Irham Maulana. Aksi galang dana berlangsung di area Monumen Arek Lancor, Perpustakaan Umum Pamekasan, Gadin dan Gurem Pamekasan.

Baca juga:  DPRD Sampang Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota Penjelasan Bupati Terhadap Raperda Pertanggungjawaban APBD 2020

Faizol, selaku ketua FKMSB korwil Pamekasan menyampaikan, bahwa aksi galang dana merupakan program FKMSB peduli. Aksi ini bertujuan untuk membantu Irham Maulana yang menderita penyakit kanker pembuluh darah sejak lahir.

“Pengobatan yang telah dilakukan di RS Soetomo Surabaya beberapa hari terpaksa dihentikan karena keterbatasan biaya,” ungkap Faiz.

Faizol, Mahasiswa Unira tersebut juga mengatakan bahwa hasil galang dana sementara ini masih terkumpul sebanyak Rp 6 juta lebih. “Uang belum terkumpul semuanya. Nanti uang kalau terkumpul semua akan langsung disampaikan kepada keluarga Irham Maulana,” ujarnya.

“Mudah-mudahan dengan adanya bantuan ini dapat membantu meringankan beban dari segi biaya pengobatannya. Apalagi sekarang lagi musim pandemi Covid-19,” tandasnya. (RUK/MH)