Bupati Sumenep Sebut Pameran Keris Bantu Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat

Pameran keris sumenep
Pembukaan pameran keris di pendopo keraton Sumenep, dengan tarian nasional 'Muang Sangkal'. (Foto: MR/MI)

maduraindepth.com – Pameran Keris dan Bursa dengan Tema “Sumenep ber-Keris” digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Dengan leading sektor Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora), acara tersebut memang menjadi agenda tahunan Kota Sumenep dalam ajang memamerkan kebudayaan keris.

Pameran Keris sendiri dihadiri Bupati Sumenep, Busyro Karim, Wakil Bupati (Wabup), Achmad Fauzi, Camat se-Sumenep, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), beserta sesepuh empu keris, para tokoh keris, dan masyarakat.


Dalam laporan pelaksanaan acara, Kepala Disparbudpora, Carto, menyampaikan jika peserta sebanyak 150 orang, 100 peserta dari luar Madura, meliputi Jogja, Jakarta, dan lainnya.

“Tujuan acara ini untuk menjaga dan melestarikan budaya keris serta menjadikan kota Sumenep sebagai icon keris. Tak lupa mendukung suksesnya hari jadi kota Sumenep. Sementara, para peserta, sebanyak 150 peserta yang berasal dari kabupaten Sumenep. Dari luar Kabupaten, 100 peserta, Surabaya Jogja, Sola, Jakarta,” ungkapnya saat sambutan, Jumat (20/9).

Pameran keris sendiri, dimulai sejak hari ini, Jumat, tanggal 20-23 September 2019, mulai pukul 08.00 WIB sampai selesai. Pameran yang ditempatkan di Museum Keraton Sumenep itu dinilai oleh Bupati Sumenep, Busyro Karim, bahwa hal itu menjadi kebanggaan bagi masyarakat Sumenep khususnya.

“Bagaimana keris ini di Sumenep semakin diterima oleh masyarakat dengan cara adanya pameran ini,” katanya.

Baca juga:  Bupati Sumenep Hadiri Kegiatan SAKIP Bersama Jajaran OPD

Bupati dua periode itu juga berharap agar kolektor luar Pulau Madura bisa melirik keindahan Kabupaten berjuluk Kota Keris ini. “Saya ingin para kolektor Indonesia bisa bertemu di Kabupaten Sumenep. Saya berharap acara ini tidak hanya formalitas,” terangnya.

Disisi lain, pameran keris diharapkan mampu membantu perekonomian rakyat dari hasil sentra keris yang ada. “Semoga hal ini akan menumbuh nilai-nilai ekonomis, tentu saat dipasarkan dari keris yang kita coba untuk dalam hal penjualan,” pungkasnya Bupati. (MR/AJ)