maduraindepth.com – Kemandirian tumbuh melalui proses belajar, kesempatan, dan dukungan orang-orang terdekat. Semangat tersebut ditanamkan SLB Negeri (SLBN) Sampang melalui kegiatan Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa) pada 9–10 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SLBN Sampang, Jalan Imam Bonjol 15A, Kelurahan Dalpenang, Kecamatan Sampang, itu diikuti 23 siswa yang terbagi dalam dua regu, yakni 12 siswa putra dan 11 siswa putri.
Kepala SLBN Sampang, Wardatus Saadah, mengatakan Perjusa merupakan program sekolah yang telah direncanakan sejak tahun sebelumnya dan baru terlaksana tahun ini.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar perkemahan, melainkan sarana melatih kedisiplinan, kemandirian, dan tanggung jawab siswa melalui pengalaman langsung.
“Harapan kami, anak-anak lebih percaya diri, mandiri, dan bertanggung jawab. Bukan hanya dalam mengerjakan tugas di sekolah, tetapi juga dalam menjalankan tanggung jawab di rumah,” ujarnya.
Peserta diprioritaskan bagi siswa yang telah memiliki kemampuan mandiri. Mereka juga dilibatkan dalam persiapan kegiatan, seperti mendirikan dan menghias tenda dengan pendampingan guru.
Warda menegaskan, setiap anak memiliki potensi yang dapat dikembangkan, meskipun menghadapi keterbatasan. Karena itu, dukungan keluarga dan komunikasi dengan guru diperlukan agar proses perkembangan anak berjalan berkesinambungan.
Senada dengan itu, Yayuk, orang tua Clara Queen Ayudya, siswa kelas V SLBN Sampang, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai perkemahan dapat menjadi kesempatan bagi anak untuk belajar mandiri, membangun kepercayaan diri, dan berinteraksi dengan teman sebaya.
Ia berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan sehingga siswa memperoleh pengalaman yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.
Melalui Perjusa, sekolah berupaya membekali siswa dengan keterampilan hidup sekaligus mendorong orang tua memberi ruang bagi anak untuk mengenali dan mengembangkan potensinya. (Poer/MID)













