maduraindepth.com – Tugas Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) sejatinya memikul amanah yang jauh lebih besar dari sekadar mengibarkan Sang Saka Merah Putih di lapangan. Para pelajar terpilih ini didorong untuk bermetamorfosis menjadi agen perubahan sekaligus teladan bagi generasi milenial dan Gen Z di Kabupaten Sumenep.
Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, saat memimpin upacara Pengukuhan Paskibraka Kabupaten Sumenep tahun 2026 di Pendopo Agung Keraton, Sabtu (15/8/2026).
Menurut Bupati Fauzi, anggota Paskibraka adalah individu-individu istimewa yang harus mampu memancarkan jiwa nasionalisme tinggi di lingkungannya.
“Jadilah panutan yang memiliki integritas, disiplin, dan rasa tanggung jawab. Tunjukkan bahwa kalian adalah generasi berkarakter yang siap berjuang demi kemajuan daerah dan bangsa,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa gemblengan kedisiplinan, semangat kerja sama, dan mental pantang menyerah selama masa karantina tidak boleh menguap begitu saja. Nilai-nilai kecintaan terhadap Tanah Air tersebut harus dipertahankan dan diimplementasikan dalam kehidupan sosial sehari-hari, bukan hanya berhenti usai upacara kemerdekaan selesai.
Prosesi pengukuhan yang ditandai dengan penyematan sabuk kendit secara simbolis, lanjut Bupati, juga harus dimaknai secara mendalam. Momen ini bukanlah sebatas seremonial rutin tahunan, melainkan medium krusial untuk menguatkan akar patriotisme.
“Ini bukan sekadar mengerek bendera merah putih, tapi tentang bagaimana kita merawat api perjuangan 1945 dan menanamkannya kuat-kuat di dalam dada generasi penerus,” tegasnya.
Menyongsong perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bupati Fauzi menaruh harapan besar agar seluruh personel Paskibraka dapat tampil maksimal dan percaya diri.
Ia berpesan agar mereka tetap menjaga konsentrasi, kedisiplinan, serta kekompakan formasi demi memberikan penghormatan terbaik bagi jasa para pahlawan bangsa saat bertugas nanti.(Arif Coolbreak/MID)














