maduraindepth.com – Mengenang jasa para pemimpin Kota Keris, Yayasan Bina Pakoe Insani menggelar doa bersama yang dikemas dengan Haul Sultan Abdurrahman Pakunataningrat di Komplek Pemakaman Asta Tinggi, Sumenep, Jumat (13/2) malam. Haul tersebut merupakan keempat kalinya dilaksanakan.
Haul ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Yayasan Panembahan Sumolo, RB. Moh. Amin, Bupati Sumenep, Dr. H. Ahmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH, Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, M.Si, serta Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Raden Harisandi Savari Pratalikrama, SPt, ST. Kemudian, Kepala Kemenag Sumenep, KH. Abd. Wasid, MPd.I, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Sumenep, KH. Ahmad Halimy, MPd.I, dan Dr. KH. R. Taufikurrahman, PCNU Sumenep.
Pembina Yayasan Bina Pakoe Insani, RBMS Hadi Pradipta menjelaskan, ke depan kegiatan ini rencananya akan dijadikan agenda rutin tahunan. Haul ini sebagai bentuk penghormatan, doa, dan ikhtiar dalam menjaga warisan nilai perjuangan serta keteladanan para pemimpin terdahulu.
“Kegiatan ini insyaallah akan terus kami laksanakan rutin setiap tahunnya. Kami berkomitmen untuk itu. Kami selaku perwakilan keluarga Keraton Sumenep juga sangat mengapresiasi atas antusias dan dukungan Bupati serta Wakil Bupati Sumenep. Karena telah mengembalikan marwah Pendopo Keraton Sumenep,” ungkapnya.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, Haul Sultan Abdurrahman Pakunataningrat bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Melainkan ruang refleksi untuk meneladani nilai-nilai kepemimpinan, kebijaksanaan, serta komitmen keumatan yang diwariskan.
Menurut dia, haul ini menjadi momentum untuk mengenang jasa dan perjuangan sang sultan dalam membangun peradaban, pemerintahan, serta kehidupan keagamaan di Kabupaten Sumenep. “Sultan Abdurrahman Pakunataningrat adalah sosok pemimpin yang tidak hanya kuat dalam tata kelola pemerintahan, tetapi menjadi teladan dalam membangun harmoni sosial dan kehidupan religius masyarakat. Nilai-nilai itulah yang harus terus kita rawat dan implementasikan dalam pembangunan daerah di segala sektor,” ujarnya.
Diterangkan, para raja di Sumenep sebelumnya telah membangun fondasi kuat bagi terbentuknya masyarakat yang religius, berbudaya, dan menjunjung tinggi persatuan. Sehingga generasi saat ini memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga warisannya agar tetap relevan di tengah tantangan zaman.
“Sultan Abdurrahman Pakunataningrat dengan semangat pengabdian dan keteladanannya, harus menjadi inspirasi dalam membangun Kabupaten Sumenep yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” tutupnya. (*)










