Wabup Sumenep Ungkap Capaian Pembangunan Meningkat, Ekonomi Tumbuh dan Kemiskinan Turun

Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim menyampaikan paparan dalam Musrenbang RKPD 2027 di Pendopo Agung Keraton, Senin (30/03/2026), dengan menyoroti capaian indikator pembangunan daerah yang terus menunjukkan tren positif.(Foto: Arif Coolbreak/MID)

maduraindepth.com – Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim menegaskan sejumlah indikator pembangunan daerah menunjukkan tren yang semakin membaik dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari pertumbuhan ekonomi, penurunan angka pengangguran, berkurangnya tingkat kemiskinan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bukti adanya kemajuan yang terus berlangsung.

Pernyataan itu disampaikan saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 yang digelar di Pendopo Agung Keraton, Senin (30/03/2026).

“Berbagai indikator capaian ini menjadi bukti adanya upaya berkelanjutan dari pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat dalam mendorong kemajuan daerah, meskipun masih ada tantangan yang harus menjadi perhatian bersama,” ujar KH. Imam Hasyim.

Ia memaparkan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumenep mengalami peningkatan signifikan. Setelah sempat melambat pada angka 3,77 persen di tahun 2024, laju pertumbuhan ekonomi naik menjadi 4,85 persen pada 2025.

Di sektor ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka juga tercatat menurun. Pada 2025 angkanya berada di level 1,64 persen, lebih rendah dibanding 2024 yang mencapai 1,69 persen.

Tidak hanya itu, persentase penduduk miskin juga menunjukkan penurunan dari 17,78 persen pada 2024 menjadi 17,02 persen di 2025.

Sementara itu, kualitas sumber daya manusia yang diukur melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 69,78 pada 2024 menjadi 70,54 pada 2025, yang kini masuk kategori tinggi.

Baca juga:  Melestarikan Warisan Lokal: Lomba Acareta Sumenep, Wadah Menumbuhkan Karakter dan Cinta Budaya

Di sisi pemerataan ekonomi, indeks Gini juga turun cukup tajam dari 0,308 pada 2024 menjadi 0,221 di 2025, menandakan ketimpangan pendapatan semakin menurun.

Wabup menekankan seluruh perangkat daerah dan ASN agar melakukan penajaman program serta evaluasi kegiatan, sehingga anggaran dan sumber daya diarahkan pada program yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

“Musrenbang ini harus menjadi ruang sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjawab persoalan serta isu strategis pembangunan daerah,” pungkasnya.(Arif Coolbreak/Poer)

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *