maduraindepth.com – Suasana malam di kawasan depan Masjid Jamik Sumenep mendadak riuh dan riang. Gemuruh dentuman alat musik tongtong yang dipadukan dengan koreografi megah sukses menghipnotis ribuan pasang mata dalam gelaran Festival Musik Tongtong se-Madura 2026.
Menariknya, kemeriahan yang dipadu dengan Pementasan Prosesi Arya Wiraraja tersebut tak hanya menjadi pusat perhatian warga lokal di lokasi, tetapi juga merajai lini masa media sosial. Ribuan penonton dominan generasi muda tampak antusias merekam dan mengabadikan setiap momen pertunjukan.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep melalui Bidang Pemasaran. Pihaknya secara khusus merangkul para konten kreator untuk mengamplifikasi kemegahan event-event kebudayaan daerah ke ranah digital.
Lewat sentuhan tangan kreatif anak muda, musik tradisional warisan leluhur kini tampil lebih kekinian. Potongan video atraksi, siaran langsung (live streaming), hingga foto-foto estetis dengan cepat membanjiri berbagai platform seperti TikTok dan Instagram.
Kepala Disbudporapar Kabupaten Sumenep, Faruk Hanafi, menjelaskan bahwa pelibatan konten kreator baik lokal maupun dari luar daerah adalah Bagian dari strategi Pemasaran Pariwisata dan cara ampuh untuk memperluas jangkauan promosi pariwisata dan kebudayaan Sumenep.
“Lewat gerakan ini, kami ingin publik bisa menikmati keindahan tradisi Sumenep dari sudut pandang para kreator. Video dan foto yang mereka bagikan menjadi etalase promosi yang sangat efektif,” ujar Faruk, Sabtu (17/10/2026).
Faruk menegaskan, pihaknya siap berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan para pegiat media sosial. Menurutnya, pemanfaatan ekosistem digital sangat krusial agar potensi seni, budaya, dan destinasi wisata Sumenep makin dikenal luas, baik di level nasional maupun mancanegara.
“Mari kita jadikan Sumenep sebagai panggung internasional untuk atraksi budaya musik tongtong melalui gerakan kampanye digital yang dilakukan secara masif dan bersama-sama,” ajaknya.
Sinergi antara kemegahan tradisi lokal dan tren teknologi digital ini tidak hanya menjadikan Festival Musik Tongtong se-Madura 2026 sebagai pesta rakyat yang meriah, tetapi juga memperkuat posisi Sumenep sebagai pusat pelestarian dan atraksi budaya utama di Pulau Madura.(Arif Coolbreak/MID)














