maduraindepth.com – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang mengikuti program UM Membangun Bersama Masyarakat (UM BBM) melaksanakan pendampingan digitalisasi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Dapenda, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep. Kegiatan berlangsung pada 1–3 Juli 2026 dengan fokus meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi digital.
Program tersebut bertujuan membantu UMKM memperluas pasar melalui optimalisasi media sosial serta penggunaan sistem pembayaran digital. Para mahasiswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk memberikan pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.
Sebanyak empat UMKM menjadi mitra dalam kegiatan ini, yakni Es Teler Sasa, F Bonsai, Warung Sembako Bunda Erick, dan Krispolaila. Pada Es Teler Sasa, mahasiswa membantu pembuatan barcode QRIS guna mempermudah transaksi non-tunai. Sementara di F Bonsai, pendampingan difokuskan pada strategi pemasaran melalui fitur siaran langsung (live streaming) agar jangkauan pasar semakin luas.
Adapun Warung Sembako Bunda Erick dan Krispolaila mendapat pendampingan dalam pengelolaan akun media sosial, khususnya TikTok, sebagai sarana promosi produk. Mahasiswa juga membuat konten video kreatif yang kemudian dipublikasikan melalui TikTok dan Instagram untuk memperkuat identitas digital masing-masing UMKM.
Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa berharap para pelaku usaha mampu mengelola media digital secara mandiri dan memanfaatkan teknologi sebagai sarana pengembangan usaha.
Program UM BBM ini menjadi salah satu bentuk pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat sekaligus mendorong UMKM Desa Dapenda agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, sehingga mampu meningkatkan daya saing dan memperluas peluang pasar di era digital.(Arif Coolbreak/MID)














