maduraindepth.com – Sorotan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi (MBG) di Kelurahan Dalpenang, Kecamatan Sampang kembali mencuat. Setelah sebelumnya menu yang diterima siswa dipertanyakan wali murid, kini kritik juga datang dari kalangan guru di salah satu sekolah penerima manfaat.
Seorang guru di wilayah Kelurahan Dalpenang mengungkapkan bahwa paket makanan yang dibagikan kepada siswa pada Jumat (6/3/2026) disebut sebagai jatah untuk dua hari sekaligus, yakni untuk hari Jumat dan Sabtu.
“Awalnya kami juga bertanya apakah itu rapelan untuk beberapa hari. Setelah ditanyakan ke petugas yang mengantar, dijelaskan kalau makanan itu untuk dua hari, hari ini dan besok,” ujarnya.
Namun, menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan tersendiri karena kegiatan belajar mengajar di sekolah hanya berlangsung hingga hari Jumat, sementara hari Sabtu para siswa libur.
“Sekolah masuk sampai hari Jumat, Sabtu libur. Jadi ketika disebut untuk dua hari, tentu menimbulkan pertanyaan juga,” katanya.
Ia menjelaskan, setelah kembali dikonfirmasi kepada petugas pengantar, diketahui bahwa makanan yang dibagikan terdiri dari dua jenis, yakni menu kecil dan menu besar.
“Ada dua jenis menu yang dibagikan, yaitu menu kecil dan menu besar. Itu keterangan dari petugas yang mengantar,” ujarnya.
Isi menu yang diterima siswa antara lain roti tawar tanpa merek, sambal goreng tempe, pentol, tahu pentol, buah kelengkeng, anggur serta rolade ayam.
Di sisi lain, sejumlah wali murid mulai mempertanyakan nilai makanan yang diterima anak-anak mereka. Berdasarkan perkiraan sederhana yang dihitung dari harga makanan di sekitar sekolah, paket makanan tersebut diperkirakan hanya berada di kisaran sekitar Rp10 ribu.
Menurut guru tersebut, persoalan yang menjadi perhatian bukan hanya soal frekuensi pembagian makanan, tetapi juga kesesuaian antara besaran anggaran program dengan menu yang diterima siswa.
“Yang jadi pertanyaan sebenarnya kesesuaian antara anggaran dengan menu yang diberikan. Itu yang sering dipertanyakan,” tuturnya.
Ia menilai program tersebut seharusnya benar-benar memberikan manfaat nyata bagi siswa sesuai dengan anggaran yang dialokasikan.
“Kecewanya karena dana yang besar untuk program ini, tapi yang diterima siswa menunya dianggap tidak sebanding dengan porsinya,” pungkasnya.
Program MBG di wilayah Dalpenang diketahui dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Anak Cerdas Berkualitas Grup yang beralamat di Jalan Suhada Gang II RT I RW V Kelurahan Dalpenang, Kecamatan Sampang.
Sementara itu, Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Sampang, Sudarmanta, menyampaikan bahwa apabila masyarakat menemukan dugaan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan program MBG, pelaporan resmi nantinya dapat dilakukan melalui portal MBG yang disiapkan pemerintah.
Hingga berita ini ditulis, Kepala SPPG Dalpenang, Nur Oktavia Putri, belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media baik secara langsung maupun melalui sambungan telepon juga belum mendapatkan respons.(Poer/MH)














