maduraindepth.com – Sebanyak 15 SMA, SMK, dan SLB di Kabupaten Sampang resmi menuntaskan program revitalisasi dan rehabilitasi yang dibiayai Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada tahun anggaran 2025. Kepastian itu disampaikan usai peresmian program di SMKN 2 Sampang, Selasa (3/3/2026).
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Sampang, Mas’udi Hadiwijaya, menyebut seluruh pekerjaan di Sampang telah rampung 100 persen dan siap dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar.
“Dari total 60 lembaga di Madura, 15 berada di Sampang dan semuanya selesai,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).
Program revitalisasi ini mencakup perbaikan ruang kelas, laboratorium, ruang administrasi, hingga fasilitas penunjang lainnya. Selain itu, bantuan 20 unit komputer juga dialokasikan untuk SMK Negeri 2 Sampang. Namun, penyerahan masih bersifat simbolis dan menunggu proses administrasi lanjutan.
Mas’udi menjelaskan, penentuan sekolah penerima bantuan dilakukan melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Sekolah menginput kondisi kerusakan bangunan, kemudian diverifikasi untuk menentukan skala prioritas.
“Yang tingkat kerusakannya paling parah didahulukan. Karena itu pelaksanaannya bertahap,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menekankan bahwa pembangunan infrastruktur harus berdampak langsung pada peningkatan kualitas lulusan.
“Tahun 2026 kami ditargetkan menaikkan secara signifikan jumlah siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri. Sekolah tidak boleh berjalan biasa-biasa saja, harus ada lompatan prestasi,” katanya.
Menurutnya, peningkatan capaian akademik akan menjadi indikator evaluasi sekaligus pertimbangan dukungan program lanjutan dari pemerintah provinsi.
Dengan selesainya revitalisasi di Sampang pada 2025 dan diresmikan Maret 2026, fasilitas pendidikan yang lebih layak kini tersedia untuk mendorong peningkatan mutu dan daya saing siswa di tingkat provinsi maupun nasional.(Poer/MH)














