Pulau Mandangin Terancam Tak Dapat Air Bersih, Ini Alasannya

Kekeringan
Belasan jeriken dan galon warga Sampang di desa terdampak kering kritis. (FOTO: Arief Tirtana/MI)

maduraindepth.com – Pulau Mandangin terancam tidak mendapat droping air bersih. Padahal desa di kepulauan ini merupakan salah satu dari 63 desa di Sampang yang masuk kategori kering kritis tahun 2022.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, Asroni mengungkap, terbatasnya anggaran menjadi salah satu pemicu Pulau Mandangin tidak tercover suplay air bersih. Disebutkan, BPBD Jatim menggelontorkan dana sebesar Rp 300 juta untuk menangani kekeringan di 38 kabupaten/kota.

“Sampang hanya dapat Rp 30 juta untuk droping air ke 63 desa kering kritis 2022,” ujar Asroni, Selasa (25/10).

Asroni menerangkan, jika mengacu terhadap panduan operasional (PO) BPBD Jatim, sekali droping air bersih ke desa tidak boleh lebih dari Rp 540 ribu. Sedangkan penyaluran air bersih ke Desa Mandangin diprediksi melebihi angka tersebut.

Hal tersebut membuat BPBD Sampang melakukan pertimbangan ulang. Meski demikian, pihaknya tetap berupaya semua desa kebagian air bersih. “Kami masih coba cari solusi agar Mandangin tetap didroping air bersih,” ucapnya.

Jika mengacu pada SK Bupati, sambung Asroni, sebanyak 63 desa terdampak harus mendapatkan air bersih. “Sesuai data daerah kering kritis yang dilaporkan oleh setiap kecamatan,” terangnya.

Ditanya soal teknis penyaluran air bersih, Asroni belum bisa menjawab. Pasalnya teknis pendistribusian menjadi tanggung jawab PDAM setempat.

Sementara sampai berita ini dinaikkan belum ada tanggapan resmi dari pihak PDAM. Meski sudah dihubungi berkali-kali melalui sambungan seluler. (Alim/MH)