Guncang Kota Sumenep, Festival Musik Tongtong se-Madura Menjadi Pusat Perhatian Puluhan Ribu Penonton

Penampilan salah satu peserta Festival musik Tongtong se-Madura 2026.(Foto : arifcoolbreak/MID).

maduraindepth.com – Lautan manusia memadati pusat Kota Sumenep saat puluhan ribu pasang mata menyaksikan gelaran Parade Festival Musik Tongtong se-Madura. Kombinasi dentuman irama dari 10 kelompok musik tongtong, gemulai gerak para penari, serta kebolehan koreografi peserta berhasil menyuguhkan pertunjukan kolosal yang memukau publik.

Rute parade yang membentang dari area depan Masjid Jamik hingga Jalan Halim Perdana Kusuma dipenuhi riuh sorak sorai penonton. Sepanjang jalan, tiap kontestan menyajikan atraksi kreatif terbaiknya, menegaskan bahwa kesenian tradisional Madura tidak pernah kehilangan daya pikat di tengah arus modernisasi.

Ajang bergengsi ini makin istimewa karena masuk dalam jajaran 120 agenda Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang dikurasi oleh Kementerian Pariwisata. Kemeriahan tersebut juga disaksikan langsung oleh perwakilan Kemenpar serta rombongan delegasi dari Provinsi Bali.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa agenda tahunan ini tidak semata-mata menjadi tontonan hiburan bagi masyarakat. Lebih dari itu, festival ini merupakan wadah pelestarian warisan leluhur sekaligus panggung ekspresi bagi para seniman lokal untuk memperkenalkan potensi daerah ke tingkat yang lebih luas.

“Pengakuan Festival Tongtong se-Madura dalam kalender KEN 2026 adalah bukti nyata bahwa kekayaan tradisi lokal punya kapasitas besar dalam mendongkrak pariwisata berbasis kebudayaan,” kata Bupati Fauzi, Sabtu (17/10/2026).

Baca juga:  Wujud Syukur dan Kebersamaan Masyarakat, Pemkab Sumenep Gelar Takbir Akbar Iduladha 1447 H

Senada dengan hal itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Faruk Hanafi, menyampaikan bahwa gema tabuhan tongtong yang membahana di sepanjang rute parade membawa pesan penting tentang eksistensi budaya Madura.

Menurutnya, seni tradisional daerah bukanlah sekadar peninggalan masa lalu yang statis, melainkan identitas yang terus bergerak dinamis dan siap bersaing di panggung nasional.

“Sumenep bergema, Madura memukau, dan budaya Nusantara akan semakin bersinar,” ucap Faruk optimis.

Melalui kolaborasi antara Pemkab Sumenep, para pelaku seni, dan dukungan kementerian, festival ini sukses memperkuat posisi Sumenep sebagai pusat utama seni dan budaya di Jawa Timur.(Arif Coolbreak/MID)

 

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *