Festival Musik TongTong se-Madura 2026 dan Prosesi Arya Wiraraja Cara Sumenep Rawat Tradisi Sekaligus Dongkrak Wisata

Bupati Sumenep,Achmad Fauzi Wongsojudo saat menerima Piagam penghargaan Karisma Event Nusantara dari Eni Komiarti, Kepala Bidang Promosi dan Kemitraan Pelaksanaan Event Daerah - Kementerian Pariwisata RI. (Foto : arifcoolbreak/MID).

maduraindepth.com – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep tak sekadar menjadi ajang refleksi sejarah, tetapi juga momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi, memupuk semangat gotong royong, sekaligus memacu potensi pariwisata daerah.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, di sela-sela kemeriahan Prosesi Pementasan Arya Wiraraja dan Festival Musik Tong-Tong Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 di kawasan depan Masjid Jamik Sumenep, Sabtu (17/10/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Fauzi menegaskan bahwa dinamika dan kemajuan Sumenep ke depan sangat bergantung pada soliditas seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, tantangan pembangunan daerah akan lebih mudah dilalui jika dihadapi bersama.

“Hari Jadi ini bukan cuma seremoni perjalanan sejarah, melainkan ruang untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan,” ujar Bupati Fauzi.

Orang nomor satu di Sumenep ini juga menyoroti kondisi geografis daerah yang terdiri dari wilayah daratan dan kepulauan, serta kemajemukan suku maupun budaya warga. Menurut Fauzi, latar belakang yang beragam itu justru menjadi aset berharga yang memperkaya identitas daerah, bukan memicu sekat pemisah.

“Perbedaan adalah kekayaan yang wajib kita jaga. Dengan persatuan dan gotong royong, kita optimis mampu membawa Kabupaten Sumenep menjadi wilayah yang lebih maju dan sejahtera,” tegasnya.

Dongkrak Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Baca juga:  Ketua STKIP PGRI Sumenep Dorong Mahasiswa Aktif Awasi Pilkada 2024

Di sisi lain, gelaran rangkaian Hari Jadi yang dipadukan dengan agenda Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 ini dinilai menjadi angin segar bagi industri pariwisata dan ekonomi kreatif di Ujung Timur Pulau Madura.

Bupati Fauzi menilai, kehadiran atraksi budaya berskala nasional seperti Karisma Event Nusantara (KEN) terbukti efektif menyedot perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara. Lonjakan kunjungan ini dinilai memberikan dampak ganda (multiplier effect) yang signifikan bagi pelaku UMKM, industri perhotelan, hingga jasa transportasi lokal.

“Seni dan kebudayaan harus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Lewat promosi pariwisata berbasis budaya ini, kita harapkan UMKM lokal semakin tumbuh dan kesejahteraan warga terus meningkat,” tambahnya.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar sektor pariwisata dan pembangunan daerah berjalan optimal. Pemkab Sumenep, kata dia, membutuhkan keterlibatan aktif dari tokoh masyarakat, pelaku usaha, generasi muda, hingga insan media.

“Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendirian. Keberhasilan pembangunan dan kemajuan pariwisata Sumenep membutuhkan partisipasi serta kolaborasi nyata dari seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.(Arif Coolbreak/MID)

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *