maduraindepth.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memperkuat langkah tanggap darurat kekeringan dengan merespons cepat krisis air bersih di wilayah terdampak kemarau. Bekerja sama dengan BAZNAS dan BPBD, bantuan pasokan air mulai disalurkan kepada masyarakat Desa Langsar, Kecamatan Saronggi, Senin (5/10/2026).
Aksi penanggulangan ini merupakan bagian dari gerakan penyaluran 1,2 juta liter air bersih yang diinisiasi BAZNAS Provinsi Jawa Timur secara serentak di berbagai daerah kabupaten/kota.
Guna memastikan distribusi berjalan tertib dan menyasar warga yang paling membutuhkan, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo turun langsung meninjau lokasi penyaluran di Desa Langsar.
Bupati Achmad Fauzi menyampaikan bahwa jaminan atas pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, seperti ketersediaan air bersih, merupakan tanggung jawab utama pemerintah daerah di tengah krisis iklim.
“Pemerintah harus bertindak cepat memberikan solusi nyata ketika warga mengalami krisis air. Langkah ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan komitmen kita bersama untuk memastikan kebutuhan pokok harian masyarakat tetap terjamin sepanjang musim kemarau,” ujar Fauzi di sela-sela peninjauan.
Kegiatan penyaluran tersebut turut dihadiri jimpinan BPBD Sumenep, jajaran pengurus BAZNAS, Camat Saronggi, Kepala Desa Langsar, serta sejumlah pejabat lingkungan pemkab. Sinergi lintas sektor dari tingkat provinsi hingga desa ini mempertegas komitmen daerah dalam menanggulangi dampak kemarau panjang.
Lebih lanjut, Bupati Fauzi menegaskan pentingnya pemetaan wilayah rawan kekeringan secara presisi agar penanganan bencana dapat dilakukan secara terukur dan berkelanjutan.
“Kami minta BPBD dan BAZNAS terus memantau titik-titik yang berpotensi mengalami kekeringan ekstrem. Langkah penanganan akan terus disesuaikan dengan fakta di lapangan supaya bantuan yang dikirim benar-benar efektif dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.(Arif Coolbreak/MID)














